Sampaikanlah berita gembira....

Oleh shafiah
02-Sep-2003 20:18
rakan2 MM. Semoga mendapat lindungan Allah SWT. Sempena bulan Rejab ini mari kita sama2 merenungi kalimah2 Allah agar kita semua mendapat pengiktibaran dari peristiwa dan ayat2 Allah, insyaAllah.

Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah: 25

"Wa basysyiril ladziina aamanuu wa 'amilush shoolihaati anna lahum janaatin tajrii min tahtihal anhaar. Kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqo qaaluu haadzalladzii ruziqnaa min qablu wa utuu bihi mutasyaabihaa wa lahum fiihaa azwajum mutahharatuw wahum fiiha khooliduun"

(Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya). (Al-Baqarah: 25).

Setelah Allah menyebutkan azab dan siksaan yang telah disediakan untuk musuh-musuh-Nya, dari kalangan orang-orang yang celaka, yaitu orang-orang yang kafir kepada-Nya dan rasul-rasul-Nya, lalu Dia menyambungnya dengan mengemukakakan keadaaan wali-wali-Nya dari kalangan orang-orang yang hidup sejahtera, yaitu mereka yang beriman kepada-Nya dan rasul-rasul-Nya yang mereka membenarkan iman mereka dengan amal saleh. Itulah makna penyebutan Alquran sebagai matsani, menurut pendapat ulama yang paling sahih (benar) sebagaimana yang akan kami uraikan pada tempatnya. Yaitu, penyebutan iman yang disertai dengan penyebutan kekufuran atau sebaliknya. Atau, penyebutan keadaan orang-orang yang bahagia kemudian disertai dengan penyebutan keadaan orang-orang yang sengsara atau sebaliknya. Kesimpulannya adalah penyebutan sesuatu dan kebalikannya.

Adapun sesuatu dan kesamaannya disebut sebagai tasyabbuh (persamaan), sebagaimana yang akan kami uraikan lebih lanjut insya Allah. Oleh karena itu, Allah berfirman, "Wa basysyiril ladziina aamanuu wa 'amilush shaalihaati anna lahum janaatin tajrii min tahtihal anhaar"

(Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya). Disebutkan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, yakni di bawah pepohonan dan bilik-biliknya/kamar-kamarnya.

Firman-Nya, "Kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqa qaaluu haadzalladzii ruziqnaa min qablu" (Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.")

Dalam tafsirnya, As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik dan dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, serta dari beberapa sahabat, mereka mengatakan, "Mereka diberi buah-buahan di dalam surga, setelah mereka melihatnya, mereka pun berkata, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami sebelumnya di dunia."

Demikian pula pendapat yang dikemukakan oleh Qatadah, Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam dan didukung oleh Ibnu Jarir. Mereka berkata, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mengenai ayat ini Ikrimah mengatakan, "Artinya adalah seperti apa yang diberikan kemarin."

Firman Allah SWT, "wa utuu bihi mutasyaabihaa" (Mereka diberi buah-buahan yang serupa). Mengenai penggalan ayat ini, Abu Ja'far ar-Razi menceritakan dari Ar-Rabi bin Anas, dari Abul al-'Aliyah, ia mengatakan, "Antara satu buah dengan yang lainnya terjadi kemiripan, tetapi memiliki rasa yang berbeda."

Firman-Nya yang setelah itu, "wa lahum azwajum muthohharatun" (untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci). Ibnu Abi Thalhah dari Ibnu Abbas mengatakan, "Suci dari noda dan kotoran."

Sedang firman-Nya, "wa hum fiihaa khooliduun" (mereka kekal di dalamnya). Demikian itulah kebahagiaan yang sempurna. Dengan nikmat tersebut, mereka berada di tempat yang aman dari kematian sehingga (kenikmatan itu) tiada akhir dan tidak ada habisnya, bahkan mereka senantiasa dalam kenikmatan abadi dan selama-lamanya. Semoga Allah SWT menghimpun kita dalam golongan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Mulia, lagi Maha Penyayang."


...Mengalah dan memberi maaf bukan bererti kalah....Ia bererti mengutamakan kebaikan dan kasih sayang ALLAH....

 

Please login or register to leave a comment.
webmaster@mymasjid.net.my