Sebutir Kurma

Oleh Pelajar Seumur Hidup
2002-09-09 23:01:46
Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham

berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di

perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di

dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim

melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.

Menyangka kurma

itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut

dan memakannya.



Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al

Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa.

Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah

pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.

Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang

dirinya.



”Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud

dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata

malaikat yang satu.



"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg

lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari

meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab

malaikat yang satu lagi.



Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4

bulan

ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin

amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT

gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan

haknya. "Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.



Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke

Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma.

Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual

kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang

tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya

membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia

sekarang ?"

tanya Ibrahim.



"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya

sekarang meneruskan pekerjaannya

berdagang kurma" jawab anak muda itu.



"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu

kepada siapa saya meminta penghalalan ?".



Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg

dialaminya, anak muda itu

mendengarkan penuh minat.



"Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,

”Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau

menghalalkan

sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa

izinnya?".



"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya

halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya

11 orang.

Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka

mempunyai hak

waris sama dengan saya."



"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya

temui mereka satu persatu."



Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham

pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga.

Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik

ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.



4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada

dibawah kubah Sakhra.

Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu

terdengar lagi bercakap cakap.



"Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak

gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."



"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi,

ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.

Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran

sebutir

kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah

bebas."



Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke

tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan bila

ragu-ragu..."


-mail archive-

Diskusi

Komen anda
webmaster@mymasjid.net.my